Media Pembelajaran Multimedia vs Guru

Smily-Smile

Apa yang paling Anda ingat saat mendapatkan pelajaran di kelas? Materi, media, atau gurunya?

Pernah suatu ketika di salah satu jejaring sosial, seorang teman berturut-turut bercerita mengenai guru-gurunya waktu SMA. Pada hari itu ceritanya SMA-nya dulu sedang berulang tahun. Dia bercerita mengenai guru Sejarahnya yang dari langkahnya saja sudah bikin mengantuk, hingga guru Sosiologi yang sering ijin ke belakang tapi tidak kembali hingga bel istirahat. Dari semua yang ia ceritakan, ia dengan jelas masih hafal nama seluruh gurunya berserta kebiasaan, dan sikap mereka.

Tapi ketika ditanya apakah dia hafal materi pelajaran yang guru-gurunya ajarkan itu, jawabannya hanya sedikit saja yang ia ingat. Ia hanya ingat dengan mata pelajaran tertentu yang ia sukai dan dibawakan oleh guru yang asik.

Mengapa teman saya itu bisa mengingat guru-gurunya dengan baik tapi tidak dengan materi pembelajarannya? Jawabannya karena belajar itu berawal dari ikatan emosi dan persepsi. Dewi S. Prawiradilaga (2007) mengungkapkan proses belajar tanpa…

View original post 309 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s